Kamis, 27 Maret 2014

Bagian 1

Kamis, 27 Maret 2014

Kita tahu di masa lalu ada beberapa kerajaan yang sangat terkenal di berbagai benua. Di Eropa ada Romawi, di Timur Tengah ada Mesir, di Asia Timur ada China, di Amerika ada Inka, dan di Asia Tenggara ada Majapahit. Nah, di sini kita akan membahas bagaimana kerajaan Majapahit bisa menguasa Nusantara dengan gagasan sumpah mahapatihnya yaitu Gajah Mada. 
Patih Gajah Mada terkenal dengan sumpah Palapanya yang tak akan bersenang-senang sebelum dapat menyatukan Nusantara. Sebenarnya rencana penyatuan nusantara sendiri telah lama digagas sebelum masa kejayaan Majapahit yaitu pada masa kerajaan Singasari dengan politik perkawinannya itu. Namun, gagasan penyatuan Nusantara itu tidak sedahsyat sumpah Palapa dalam gagasannya menyatukan Nusantara. Memang ketika pertama kali gagasan penyatuan Nusantara itu dikumandangkan oleh Patih Gajah Mada melalui Sumpah Palapanya itu diragukan oleh banyak kalangan kerajaan Majapahit di antaranya Jabung Terewes, Lembu Peteng, dan yang lainnya. Kendati demikian, Patih Gajah Mada tidak gentar sama sekali dan tetap pada pendiriannya. Inilah Sumpah Palapa yang diucapkan oleh Patih Gajah Mada dalam bahasa sansekerta Jawa kuno:

"Lamun huwus kalah nusantara insun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura,
 ring Haru, ring Paha, Dompo, ring Bali, Palembang, Tumasik, samana insun amukti palapa"


Program politk Nusantara dari sumpah Palapa tersebut yaitu penundukan kerajaan-kerajaan di luar wilayah Majapahit terutama kerajaan-kerajaan di seberang lautan yakni Gurun (Lombok), Seran (Seram), Tanjung Pura (Kalimantan), Haru (Sumata Utara), Pahang (Malaya), Dompo, Bali, Sunda, Palembang (Sriwijaya), dan Tumasik (Singapura). Program politik Nusantara dilaksanakan oleh Patih Gajah Mada selama 21 tahun, yakni antara tahun saka 1258 dan 1279, atau antara sumpah Nusantara dan tahun amukti palapa.

0 komentar:

Posting Komentar

 
◄Design by Pocket Distributed by Deluxe Templates
Blogger Templates